MAKALAH CPM/PERT
ANALISIS SISTEM INFORMASI
Disusun oleh:
Aminatul Rosidah 212.1.63.0016
Meli
Amelia 212.1.63.0014
Subhan
Mukhlis 212.1.63.0011
AMIK BOGOR
Tahun Ajaran 2013 – 2014
CPM dan PERT
A. Konsep Dasar, Tujuan, dan Peran
Strategis CPM/PERT
Teknik
evaluasi dan ulasan program (cukup dikenal sebagai program evaluation and
review techique atau PERT) dan metode jalur krisis (umumnya dikenal sebagai
critical path method-CPM), dikembangkan di tahun 1950-an untuk membantu
para manager membuat penjadwalan, memonitor, dan mengendalikan proyek besar dan
kompleks. CPM muncul terlebih dahulu, di tahun 1957, sebagai alat yang
dikembangkan oleh J. E. Kelly dari Remmington Rand dan M. R. Walker dari duPont
untuk membantu pembangunan dan pemeliharaan pabrik kimia di duPont. Secara
terpisah, PERT dikembangkan di tahun 1958 oleh Booz, Allen, dan Hamilton untuk
U.S. Navy (angkatan Laut Amerika Serikat).
Metode
PERT dan CPM adalah metode yang dapat digunakan untuk membuat perencanaan,
skedul, dan proses pengendalian suatu proyek. Untuk dapat menerapkan kedua
metode ini, perlu ditetapkan terlebih dahulu kegiatan-kegiatan yang akan
dilakukan dalam suatu proyek dan menyusunnya dalam bentuk jaringan. Jaringan
menunjukan saling hubungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lain. Walaupun
prinsip penyusunan jaringan pada kedua metode adalah sama, namun terdapat
perbedaan mendasar antara kedua metode ini. Perbedaan ini terletak pada konsep
biaya yang dikandung CPM yang tidak ada di dalam metode PERT.
Asumsi
yang digunakan dalam metode PERT adalah bahwa lama waktu semua kegiatan tidak
tergantung satu sama lain. Penentuan lama waktu penyelesaian suatu proyek
dengan PERT dilakukan dengan menentukan waktu yang paling pesimis (terlama) dan
optimis (tercepat) untuk setiap kegiatan. Hal ini terjadi karena adanya
ketidakpastian penyelesaian suatu kegiatan ini dinyatakan dalam suatu varians. Semakin kecil varians menunjukan semakin
pasti suatu kegiatan dapat diselesaikan. Apabila jaringan sudah sedemikian
besar, penentuan lama penyelesaian suatu proyek dapat dilakukan melalui proses
foward pass dan backward pass.
Ada
dua macam estimasi, baik untuk waktu maupun biaya, yang dilakukan di dalam
metode CPM, yaitu estimasi normal dan estimasi crash. Perhitungan kedua jenis
estimasi dimaksudkan untuk menemukan kegiatan-kegiatan pada jalur kritis dimana
waktu dapat dipercepat dengan pengeluaran paling minimum. Dengan cara ini,
efisiensi penyelesian proyek dapat dicapai dalam hal waktu maupun biaya.
Metode PERT/Biaya dapat diterapkan untuk
mencapai tujuan pengendalian biaya. Adapun tujuan akhir dari PERT/Biaya adalah
untuk memberikan informasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan biaya
proyek dalam anggaran tertentu. Informasi ini berupa status suatu kegiatan
apakah overrun atau underrun. Dengan informasi ini dapat
ditetapkan suatu aksi korektif terhadap kegiatan dalam rangka mempertahankan
biaya proyek.
Rangka Pikiran PERT dan CPM
PERT dan CPM keduanya
mengikuti enam langkah dasar:
1. Mengidentifkasikan proyek dan menyiapkan
struktur pecahan kerja,
2. Membangun hubungan antara kegiatan,
memutuskan kegiatan mana yang harus terlebih dahulu dan mana yang mengikuti
yang lain,
3. Menggambarkan jaringan yang menghubungkan
keseluruhan kegiatan,
4. Menetapkan perkiraan waktu dan/atau biaya
untuk tiap kegiatan,
5. Menghitung jalur waktu terpanjang melalui
jaringan. Ini yang disebut jalur kritis,
6.
Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan,
penjadwalan, dan pengendalian proyek.
menetukan
jalur kritis, adalah bagian utama dalam pengendalian proyek. Kegiatan pada
jalur kritis mewakili tugas yang akan menunda keseluruhan proyek, kecuali bila
mereka dapat diselesaikan tepat waktu. Manajer mempunyai keleluasaan untuk
menghitung tugas penting dengan mengidentifikasi kegiatan yang kurang penting
dan melakukan perencanaan ulang, penjadwalan ulang, dan pengalokasian ulang
sumber daya manusia dan uang.
Meskipun
PERT dan CPM berbeda pada beberapa hal dalam terminologi dan pada konstruksi jaringan,
tujuan mereka sama. Analisis yang digunakan pada kedua teknik ini sangat mirip.
Perbedaan utamanya adalah bahwa PERT menggunakan tiga perkiraan waktu untuk
tiap kegiatan. Perkiraan waktu ini digunakan untuk menghitung nilai yang
diharapkan dan penyimpangan standar untuk kegiatan tersebut. CPM membuat asumsi
bahwa waktu kegiatan diketahui pasti, hingga hanya diperlukan satu faktor waktu
untuk tiap kegiatan.
B. Proses
dalam CPM/PERT
1.
Komponen jaringan (network component)
Satu syarat untuk dapat membentuk
jaringan PERT adalah daftar urutan kegiatan
proyek. Dari berbagai kegiatan yang akan dilakukan dalam suatu proyek.Kita dapat
menyusunnya dalam bentuk jaringan PERT yang menunjukkan saling hubungan antara satu
kegiatan dengan kegiatan lainnya. Dalam jaringan PERT dikenal istilah Dummy
yaitu dua atau lebih kegiatan yang mulai dan berakhir pada titik yang sama.
Kegiatan dummy timbul semata mata untuk tujuan membentuk hubungan preseden sehingga
memungkinkan kita menggambarkan jaringan dengan hubungan preseden yang baik.
Ada dua pendekatan untuk menggambarkan
jaringan proyek yakni kegiatan pada titik (activity on node – AON) dan kegiatan
pada panah (activity on arrow – AOA). Pada konvensi AON, titik menunjukan kegiatan, sedangkan pada
AOA panah menunjukan kegiatan.
2. Jadwal aktivitas
(activity scheduling)
Menentukan
jadwal proyek atau jadwal aktivitas artinya kita perlu mengidentifikasi waktu mulai
dan waktu selesai untuk setiap kegiatan.
Kita menggunakan proses two-pass,
terdiri atas forward pass dan backward pass untuk menentukan jadwal
waktu untuk tiap kegiatan. ES (earlist start) dan EF (earlist finish) selama forward
pass. LS (latest start) dan LF (latest finish) ditentukan selama backward
pass.
Lamanya Kegiatan Forward pass, merupakan indentifikasi
waktu-waktu terdahulu. Aturan waktu mulai terdahulu:
a.
Sebelum suatu kegiatan dapat dimulai, kegiatan pendahulu
langsungnya harus selesai.
b.
Jika suatu kegiatan hanya mempunyai satu pendahulu
langsung, ES nya sama dengan EF pendahulunya.
c.
Jika satu kegiatan mempunyai satu pendahulu langsung,
ES nya adalah nilai maximum dari semua EF pendahulunya, yaitu ES = max [EF
semua pendahulu langsung
Ø Aturan selesai terdahulu:
Waktu
selesai terdahulu (EF) dari suatu kegiatan adalah jumlah dari waktu mulai
terdahulu (ES) dan waktu kegiatannya, EF = ES+waktu kegiatan
Backward
pass, merupakanindentifikasiwaktu-waktuterakhir. Aturan waktu selesai terakhir:
a.
Jika suatu kegiatan adalah pendahulu langsung bagi
hanya satu kegiatan, LF nya sama dengan LS dari kegiatan yang secara langsung
mengikutinya.
- Jika suatu kegiatan adalah pendahulu langsung bagi lebih daru satu kegiatan, maka LF adalah minimum dari seluruh nilai LS dari kegiatan-kegiatan yang secara langsung mengikutinya, yaitu LF = Min [LS dari seluruh kegiatan langsung yang mengikutinya]
Ø Aturan waktu
mulai terakhir.
Waktu
mulai terakhir (LS) dari suatu kegiatan adalah perbedaan antar waktu selesai
terakhir (LF) dan waktu kegiatannya, yaitu LS = LF – waktu kegiatan.
Dalam PERT, kita menggunakan distribusi peluang berdasarkan tiga
perkiraan waktu untuk setiap kegiatan, yaitu:
a. Waktu
optimis (optimistic time) [a]
Waktu optimis yaitu waktu yang dibutuhkan oleh sebuah
kegiatan jika semua hal berlangsung sesuai rencana. Atau juga dapat di sebut
waktu minimum dari suatu kegiatan, dimana segala sesuatu akan berjalan baik,
sangat kecil kemungkinan kegiatan selesai sebelum waktu ini.
b.
Waktu pesimis (pessimistic time) [b]
Waktu pesimis yaitu waktu
yang dibutuhkan suatu kegiatan dengan asumsi kondisi yang ada sangat tidak
diharapkan. Atau juga dapat di sebut adalah waktu maksimal yang
diperlukan suatu kegiatan, situasi ini terjadi bila nasib buruk terjadi.
c. Waktu
realistis (most likely time) [m]
Waktu realistis yaitu perkiraan
waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan yang paling realistis. Atau
juga dapat di sebut adalah waktu normal untuk menyelesaikan kegiatan.
Untuk menemukan waktu kegiatan yang diharapkan (expected
activity time) [t]distribusi beta memberikan bobot perkiraan waktu sebagai
berikut:
|
Hal ini berarti waktu realistis(m) diberikan bobot empat kali lipat
dari pada waktu optimis(a) dan waktu pesimis (b). Waktu perkiraan
t dihitung menggunakan persamaan diatas untuk setiap kegiatan yang
digunakan pada jaringan proyek untuk menghitung waktu terdahulu dan terakhir.
a. Waktu slack (slack
time) yaitu waktu bebas yang dimiliki oleh setiap kegiatan untuk bisa
diundur tanpa menyebabkan keterlambatan proyek keseluruhan.
b. Jalur kritis
adalah kegiatan yang tidak mempunyai waktu tenggang (Slack=0), artinya
kegiatan tersebut harus dimulai tepat pada ES agar tidak mengakibatkan
bertambahnya waktu penyelesaian proyek. Kegiatan dengan slack = 0
disebut sebagai kegiatan kritis dan berada pada jalur kritis.
Kelebihan CPM/PERT
Sangat
bermanfaat untuk menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.
Konsep yang
lugas (secara langsung) dan tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit.
Network dapat
untuk melihat hubungan antar kegiatan proyek secara cepat.
Analisa jalur
kritis dan slack membantu menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebh dekat.
Dokumentasi
proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk berbagai
kegiatan.
Dapat diterapkan
untuk proyek yang bervariasi
Berguna dalam
pengawasan biaya dan jadwal.
Keterbatasan CPM/PERT
Sangat bermanfaat untuk menjadwalkan dan
mengendalikan proyek besar.
Konsep yang lugas (secara langsung) dan
tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit.
Network dapat untuk melihat hubungan antar
kegiatan proyek secara cepat.
Analisa jalur kritis dan slack membantu
menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebh dekat.
Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan
siapa yang bertanggung jawab untuk berbagai kegiatan.
Dapat diterapkan untuk proyek yang
bervariasi
Berguna dalam pengawasan biaya dan jadwal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar