cursosr

Blogger Widgets

Selasa, 25 Maret 2014

Identitas Mahasiswa

Masih Tahap belajar hehe , cuman mau ngeshare  apa yang udah dipelajari dan tugas tugas kuliah saja :)

>> Buat dulu desainnya , kira kira seperti ini

Public Class Form1

  

   
    Private Sub btnclear_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnclear.Click
        txtid.Text = ""
        lblnpm.Text = ""
        lblnama.Text = ""
        lblprodi.Text = ""
        imgfoto.Image = Nothing
        btnclear.Focus()
        txtid.Focus()


    End Sub
    Private Sub isidata()
        Select Case txtid.Text
            Case "12338443"
                lblnpm.Text = "212.163.0014"
                lblnama.Text = "Meli Amelia"
                lblprodi.Text = "Manajement Informatika"
                imgfoto.Image = Image.FromFile(Application.StartupPath & " \meli.jpg ")
            Case "10740891"
                lblnpm.Text = "212.163.0016"
                lblnama.Text = "Aminatul Rosdah"
                lblprodi.Text = "Manajement Informatika"
                imgfoto.Image = Image.FromFile(Application.StartupPath & " \mimah.jpg ")
            Case "10740884"
                lblnpm.Text = "212.163.002"
                lblnama.Text = "Sari"
                lblprodi.Text = "Manajement Informatika"
                imgfoto.Image = Image.FromFile(Application.StartupPath & " \sari.jpg ")
            Case "10740924"
                lblnpm.Text = "212.163.003"
                lblnama.Text = "Miftahul Jannah"
                lblprodi.Text = "Manajement Informatika"
                imgfoto.Image = Image.FromFile(Application.StartupPath & " \ana.jpg ")
            Case "10740904"
                lblnpm.Text = "212.163.007"
                lblnama.Text = "Hastiani"
                lblprodi.Text = "Manajement Informatika"
                imgfoto.Image = Image.FromFile(Application.StartupPath & " \ani.jpg ")




        End Select
    End Sub

    Private Sub txtid_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles txtid.TextChanged
        isidata()
    End Sub
End Class


Ketika di jalannkan programnya , copy Id nya setlah di copy maka akan muncul NPM,Nama,Prodi dan Foto Mahasiswa nya .

Seperti ini


catatan : Untuk foto, simpan di dalam folder projeknya di dalan folder debug.

Jumat, 14 Maret 2014

Pert/CPM

MAKALAH CPM/PERT
ANALISIS SISTEM INFORMASI
Disusun oleh:
                                   Aminatul Rosidah        212.1.63.0016
                                   Meli Amelia                212.1.63.0014
                                   Subhan Mukhlis          212.1.63.0011






AMIK BOGOR
Tahun Ajaran 2013 – 2014

CPM dan PERT
A. Konsep Dasar, Tujuan, dan Peran Strategis CPM/PERT
                Teknik evaluasi dan ulasan program (cukup dikenal sebagai program evaluation and review techique atau PERT) dan metode jalur krisis (umumnya dikenal sebagai critical path method-CPM), dikembangkan di tahun 1950-an untuk membantu para manager membuat penjadwalan, memonitor, dan mengendalikan proyek besar dan kompleks. CPM muncul terlebih dahulu, di tahun 1957, sebagai alat yang dikembangkan oleh J. E. Kelly dari Remmington Rand dan M. R. Walker dari duPont untuk membantu pembangunan dan pemeliharaan pabrik kimia di duPont. Secara terpisah, PERT dikembangkan di tahun 1958 oleh Booz, Allen, dan Hamilton untuk U.S. Navy (angkatan Laut Amerika Serikat).
                Metode PERT dan CPM adalah metode yang dapat digunakan untuk membuat perencanaan, skedul, dan proses pengendalian suatu proyek. Untuk dapat menerapkan kedua metode ini, perlu ditetapkan terlebih dahulu kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam suatu proyek dan menyusunnya dalam bentuk jaringan. Jaringan menunjukan saling hubungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lain. Walaupun prinsip penyusunan jaringan pada kedua metode adalah sama, namun terdapat perbedaan mendasar antara kedua metode ini. Perbedaan ini terletak pada konsep biaya yang dikandung CPM yang tidak ada di dalam metode PERT.
                Asumsi yang digunakan dalam metode PERT adalah bahwa lama waktu semua kegiatan tidak tergantung satu sama lain. Penentuan lama waktu penyelesaian suatu proyek dengan PERT dilakukan dengan menentukan waktu yang paling pesimis (terlama) dan optimis (tercepat) untuk setiap kegiatan. Hal ini terjadi karena adanya ketidakpastian penyelesaian suatu kegiatan ini dinyatakan dalam suatu varians. Semakin kecil varians menunjukan semakin pasti suatu kegiatan dapat diselesaikan. Apabila jaringan sudah sedemikian besar, penentuan lama penyelesaian suatu proyek dapat dilakukan melalui proses foward pass dan backward pass.
                Ada dua macam estimasi, baik untuk waktu maupun biaya, yang dilakukan di dalam metode CPM, yaitu estimasi normal dan estimasi crash. Perhitungan kedua jenis estimasi dimaksudkan untuk menemukan kegiatan-kegiatan pada jalur kritis dimana waktu dapat dipercepat dengan pengeluaran paling minimum. Dengan cara ini, efisiensi penyelesian proyek dapat dicapai dalam hal waktu maupun biaya.
                Metode PERT/Biaya dapat diterapkan untuk mencapai tujuan pengendalian biaya. Adapun tujuan akhir dari PERT/Biaya adalah untuk memberikan informasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan biaya proyek dalam anggaran tertentu. Informasi ini berupa status suatu kegiatan apakah overrun atau underrun. Dengan informasi ini dapat ditetapkan suatu aksi korektif terhadap kegiatan dalam rangka mempertahankan biaya proyek.
Rangka Pikiran PERT dan CPM
                PERT dan CPM keduanya mengikuti enam langkah dasar:
1.      Mengidentifkasikan proyek dan menyiapkan struktur pecahan kerja,
2.      Membangun hubungan antara kegiatan, memutuskan kegiatan mana yang harus terlebih dahulu dan mana yang mengikuti yang lain,
3.      Menggambarkan jaringan yang menghubungkan keseluruhan kegiatan,
4.      Menetapkan perkiraan waktu dan/atau biaya untuk tiap kegiatan,
5.      Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan. Ini yang disebut jalur kritis,
6.      Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian proyek.
                menetukan jalur kritis, adalah bagian utama dalam pengendalian proyek. Kegiatan pada jalur kritis mewakili tugas yang akan menunda keseluruhan proyek, kecuali bila mereka dapat diselesaikan tepat waktu. Manajer mempunyai keleluasaan untuk menghitung tugas penting dengan mengidentifikasi kegiatan yang kurang penting dan melakukan perencanaan ulang, penjadwalan ulang, dan pengalokasian ulang sumber daya manusia dan uang.
                Meskipun PERT dan CPM berbeda pada beberapa hal dalam terminologi dan pada konstruksi jaringan, tujuan mereka sama. Analisis yang digunakan pada kedua teknik ini sangat mirip. Perbedaan utamanya adalah bahwa PERT menggunakan tiga perkiraan waktu untuk tiap kegiatan. Perkiraan waktu ini digunakan untuk menghitung nilai yang diharapkan dan penyimpangan standar untuk kegiatan tersebut. CPM membuat asumsi bahwa waktu kegiatan diketahui pasti, hingga hanya diperlukan satu faktor waktu untuk tiap kegiatan.

B. Proses dalam CPM/PERT
1.       Komponen jaringan (network component)
        Satu syarat untuk dapat membentuk jaringan PERT adalah daftar urutan  kegiatan proyek. Dari berbagai kegiatan yang akan dilakukan dalam suatu proyek.Kita dapat menyusunnya dalam bentuk jaringan PERT yang menunjukkan saling hubungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Dalam jaringan PERT dikenal istilah Dummy yaitu dua atau lebih kegiatan yang mulai dan berakhir pada titik yang sama. Kegiatan dummy timbul semata mata untuk tujuan membentuk hubungan preseden sehingga memungkinkan kita menggambarkan jaringan dengan hubungan preseden yang baik.
        Ada dua pendekatan untuk menggambarkan jaringan proyek yakni kegiatan pada titik (activity on node – AON) dan kegiatan pada panah (activity on arrow – AOA). Pada konvensi  AON, titik menunjukan kegiatan, sedangkan pada AOA panah menunjukan kegiatan.
       


2. Jadwal aktivitas (activity scheduling)
Menentukan jadwal proyek atau jadwal aktivitas artinya kita perlu mengidentifikasi waktu mulai dan waktu selesai untuk setiap kegiatan.
        Kita menggunakan proses two-pass, terdiri atas forward pass dan backward pass untuk menentukan jadwal waktu untuk tiap kegiatan. ES (earlist start) dan EF (earlist finish) selama forward pass. LS (latest start) dan LF (latest finish) ditentukan selama backward pass.



Lamanya  Kegiatan  Forward pass, merupakan indentifikasi  waktu-waktu terdahulu. Aturan waktu mulai terdahulu:
a.       Sebelum suatu kegiatan dapat dimulai, kegiatan pendahulu langsungnya harus selesai.
b.      Jika suatu kegiatan hanya mempunyai satu pendahulu langsung, ES nya sama dengan EF pendahulunya.
c.       Jika satu kegiatan mempunyai satu pendahulu langsung, ES nya adalah nilai maximum dari semua EF pendahulunya, yaitu ES = max [EF semua pendahulu langsung


Ø  Aturan selesai terdahulu:
Waktu selesai terdahulu (EF) dari suatu kegiatan adalah jumlah dari waktu mulai terdahulu (ES) dan waktu kegiatannya, EF = ES+waktu kegiatan

Backward pass, merupakanindentifikasiwaktu-waktuterakhir. Aturan waktu selesai terakhir:
a.      Jika suatu kegiatan adalah pendahulu langsung bagi hanya satu kegiatan, LF nya sama dengan LS dari kegiatan yang secara langsung mengikutinya.
  1. Jika suatu kegiatan adalah pendahulu langsung bagi lebih daru satu kegiatan, maka LF adalah minimum dari seluruh nilai LS dari kegiatan-kegiatan yang secara langsung mengikutinya, yaitu LF = Min [LS dari seluruh kegiatan langsung yang mengikutinya]

Ø  Aturan waktu mulai terakhir.
Waktu mulai terakhir (LS) dari suatu kegiatan adalah perbedaan antar waktu selesai terakhir (LF) dan waktu kegiatannya, yaitu LS = LF – waktu kegiatan.










Dalam PERT, kita menggunakan distribusi peluang berdasarkan tiga perkiraan waktu untuk setiap kegiatan, yaitu:
a.       Waktu optimis (optimistic time) [a]
Waktu optimis yaitu waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan jika semua hal berlangsung sesuai rencana. Atau juga dapat di sebut waktu minimum dari suatu kegiatan, dimana segala sesuatu akan berjalan baik, sangat kecil kemungkinan kegiatan selesai sebelum waktu ini.
b.      Waktu pesimis (pessimistic time) [b]
Waktu pesimis yaitu waktu yang dibutuhkan suatu kegiatan dengan asumsi kondisi yang ada sangat tidak diharapkan. Atau juga dapat di sebut adalah waktu maksimal yang diperlukan suatu kegiatan, situasi ini terjadi bila nasib buruk terjadi.
c.       Waktu realistis (most likely time) [m]
Waktu realistis yaitu perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan yang paling realistis. Atau juga dapat di sebut adalah waktu normal untuk menyelesaikan kegiatan.
        Untuk menemukan waktu kegiatan yang diharapkan (expected activity time) [t]distribusi beta memberikan bobot perkiraan waktu sebagai berikut:
I,6
 
 

        Hal ini berarti waktu realistis(m)                diberikan bobot empat kali lipat dari pada waktu optimis(a) dan waktu pesimis (b). Waktu perkiraan t dihitung menggunakan persamaan diatas untuk setiap kegiatan yang digunakan pada jaringan proyek untuk menghitung waktu terdahulu dan terakhir.












  Hambatan aktivitas (slack activity) dan jalur krirtis (critical path)

a.       Waktu slack (slack time) yaitu waktu bebas yang dimiliki oleh setiap kegiatan untuk bisa diundur tanpa menyebabkan keterlambatan proyek keseluruhan.

b.      Jalur kritis adalah kegiatan yang tidak mempunyai waktu tenggang (Slack=0), artinya kegiatan tersebut harus dimulai tepat pada ES agar tidak mengakibatkan bertambahnya waktu penyelesaian proyek. Kegiatan dengan slack = 0 disebut sebagai kegiatan kritis dan berada pada jalur kritis.



Kelebihan CPM/PERT
  Sangat bermanfaat untuk menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.
  Konsep yang lugas (secara langsung) dan tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit.
  Network dapat untuk melihat hubungan antar kegiatan proyek secara cepat.
  Analisa jalur kritis dan slack membantu menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebh dekat.
  Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk berbagai kegiatan.
  Dapat diterapkan untuk proyek yang bervariasi
  Berguna dalam pengawasan biaya dan jadwal.


Keterbatasan CPM/PERT
  Sangat bermanfaat untuk menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.
  Konsep yang lugas (secara langsung) dan tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit.
  Network dapat untuk melihat hubungan antar kegiatan proyek secara cepat.
  Analisa jalur kritis dan slack membantu menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebh dekat.
  Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk berbagai kegiatan.
  Dapat diterapkan untuk proyek yang bervariasi
  Berguna dalam pengawasan biaya dan jadwal.