cursosr

Blogger Widgets

Kamis, 04 Desember 2014

Sistem Informasi Manufaktur

MAKALAH
Sistem Informasi Manufaktur

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajement






Disusun Oleh :
Meli Amelia                            NPM 212.1.63.0014



AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
 2014


KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya, akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Sistem Informasi Manufaktur”.
Makalah ini disusun sebagai pelengkap untuk menyelesaikan mata kuliah Sistem, jurusan Manajemen Informatika di AMIK Bogor.
Semoga makalah penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Penulis menyadari dengan segala keterbatasan mungkin terdapat kekurangan yang memerlukan masukan atau saran dari semua pihak untuk tercapaianya tujuan perancangan sistem ini.


                                                                  Bogor,  November 2014
Penulis








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................  i
DAFTAR ISI ............................................................................................................  ii
BAB I.  PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah.......................................................................... 1
1.2. Batasan Masalah..................................................................................... 2
1.3. Tujuan Makalah....................................................................................... 2
BAB II. KAJIAN TEORI
                          2.1   Sistem Informasi..................................................................................... 3
                                  2.1.1            Pengertian Sistem Informasi....................................................... 3
                                  2.1.2            Komponen Sistem Informasi...................................................... 4
2.2 Sistem Informasi Manufaktur................................................................ 4
2.2.1...... Pengertian Sistem Informasi Manufaktur................................... 4
2.2.2...... Manfaat Sistem Informasi Manufaktur....................................... 5
BAB III. PEMBAHASAN
                          3.1            Model Sistem Informasi Manufaktur................................................. 6
                          3.2            Komputer berperan dalam Sistem Informasi Manufaktur.................. 8
                          3.3            Komputer sebagai Sistem Informasi.................................................. 10
BAB IV.  PENUTUP
                          4.1            Kesimpulan......................................................................................... 14
 




BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan selalu menghubungkan pemikiran hasil kepada sebuah prosedur input, proses, dan output. Data merupakan sebuah input yang pada akhirnya akan menjadi sebuah informasi melalui sebuah proses sistem manajemen yang biasa disebut Database Management System (DBMS). Proses mengubah data menjadi informasi perlu melalui sebuah sistem yang memiliki kompleksitas yang tinggi. Oleh karena itu Sistem Informasi Manajemen menjadi perangkat utama pencetak informasi untuk pengambilan keputusan bagi perkembangan perusahaan tersebut.
Begitu pula dengan perusahaan manufaktur memerlukan informasi untuk melangsungkan roda industrinya. Tanpa informasi yang akurat, perusahaan tidak dapat menentukan kebijakan, keputusan, bahkan peraturan yang dapat menunjang perbaikan maupun perkembangan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki sebuah sistem informasi yang dikhususkan pada setiap departemen. Hal ini diperlukan untuk membentuk proses bisnis yang lebih menguntungkan bagi perusahaan. Sistem Informasi Manufaktur adalah solusi tepat bagi perusahaan yang memikirkan prospeknya dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan sistem informasi manufaktur lebih menekankan kepada proses produksi yang terjadi dalam sebuah lantai produksi, mulai dari input bahan mentah hingga output barang jadi, dengan mempertimbangkan semua proses yang terjadi.
Sistem informasi manufaktur tidak dapat dipisahkan dengan komputer, karena dalam sistem ini komputer memegang andil yang sangat besar, baik secara fisik maupun informatif. Secara fisik, komputer digunakan untuk menjalankan proses produksi dan mengontrol arus produksi tersebut. Sedangkan secara informatif komputer digunakan manajemen manufaktur untuk memperoleh informasi yang akurat dan berguna bagi perusahaan untuk menunjang hasil produksi perusahaan agar lebih maksimal. Namun bukan berarti sistem ini meniadakan secara penuh andil tenaga manusia di dalam suatu perusahaan. Karena antara software-hardware-brainware akan selalu berkaitan di setiap sistem yang ada. Tanpa adanya satu dari tiga bagian tersebut, maka suatu sistem tidak akan bisa berjalan.
1.2    Batasan Masalah
Batasan masalah yang dapat diambil dari makalah “Sistem Informasi Manufaktur” adalah sebagai berikut :
1. Model Sistem Informasi Manufaktur
2. Komputer berperan dalam Sistem Informasi Manufaktur
3. Manajemen Sistem Informasi Manufaktur
1.3 Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari penyusunan makalah dengan judul ” Sistem Informasi Manufaktur ” adalah sebagai berikut :
1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen
2. Melatih mahasiswa untuk lebih aktif dalam pencarian bahan-bahan materi   
    Sistem Informasi Manufaktur
3. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang Sistem Informasi   
     Manufaktur










BAB II

KERANGKA TEORI


2.1  Sistem Informasi
2.1.1 Pengertian Sistem Informasi
Pengertian Sistem Informasi secara umum Sistem informasi dapat didefinisikansebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasipenting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli :
*        Menurut Tata Sutabri, S.Kom., MM, 2005:36.
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi organisasi yang bersifat manajerial dalam kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan–laporan yang diperlukan.
*        Menurut Leitch Rosses (dalam Jugiyanto, 2005 : 11).
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolah transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
*        Menurut O’Brien (2005, p5).
Sistem  informasi   adalah   suatu   kombinasi terartur apapun dari people (orang), hardware (perangkat keras), software (piranti lunak), computer networks and data communications (jaringan komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu bentuk organisasi.

2.1.2 Komponen Sistem Informasi


Gambar 1. Komponen Sistem Informasi

2.2 Sistem Informasi Manufaktur
2.2.1 Pengertian Sistem Informasi Manufaktur
                   Manufaktur, dalam arti yang paling luas, adalah proses merubah bahan  baku  menjadi produk. Proses  ini meliputi: perancangan  produk,  pemilihan  material  dan  tahaptahap  proses dimana produk tersebut dibuat.
                           Definisi  manufaktur  secara  umum adalah  suatu  aktifitas  yang  kompleks  yang melibatkan  berbagai  variasi  sumberdaya  dan  aktifitas perancangan produk, pembelian, pemasaran,  mesin  dan  perkakas, manufacturing,  penjualan,  perancangan  proses,  production control, pengiriman material, support service, dan customer service.
                           Sistem  Informasi  Manufaktur  adalah suatu sistem berbasis komputer  yang  bekerja dalam  hubungannya  dengan  sistem  informasi  fungsional  lainnya  untuk  mendukung manajemen  perusahaan  dalam  pemecahan  masalah  yang  berhubungan  dengan  manufaktur produk perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input, proses dan output. Sistem ini digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa Ruang  lingkup  sistem  informasi  manufaktur  meliputi  Sistem  perencanaan  manufaktur,
Rencana  produksi,  Rencana  tenaga  kerja,  Rencana  kebutuhan  bahan  baku  dan  Sistem pengendalian manufaktur.

2.2.2 Manfaat Sistem Informasi Manufaktur
                 Manfaat  digunakannya  sistem  informasi  manufaktur  di  dalam  perusahaan  adalah sebagai berikut :
1.  Hasil produksi perusahaan lebih cepat dan tepat waktu karena sistem  informasi manufaktur menggunakan komputer sebagai alat prosesnya.
2.  Perusahaan lebih cepat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
3.  Arsip lebih terstruktur karena menggunakan sistem database
4.  Sistem informasi manufaktur yang berupa fisik robotik, hasil produksi  semakin  cepat, tepat dan berkurangnya jumlah sisa bahan yang tidak terpakai. 










BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Model Sistem Informasi Manufaktur
·   Input Data/Informasi
Input data berupa data internal dan data eksternal, data internal merupakan data intern sistem keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya manusia (SDM), material, mesin, dan hal  lainnya  yang  mendukung Sistem Informasi Manufaktur  2 Proses  secara  keseluruhan  seperti  transportasi,  spesifikasi  kualitas  material,  frekuensi perawatan, dan lainlain.
                        Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment) yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna untuk perhitungan cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses.. Contoh data eksternal adalah data pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll. 

Gambar 2. Model Sistem Informasi Manufaktur






·         Sub Sistem Input
Sub sistem input terdiri dari
a.  Sistem informasi akuntansi
Mengumpulkan data intern  yang  menjelaskan  operasi  manufaktur  dan  data  lingkungan yang  menjelaskan  transaksi  perusahaan  dengan  pemasok.  Sebagai  contoh,  pegawai produksi memasukan data ke dalam terminal dengan menggunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan keyboard. Media berbentuk dokumen dengan bar code yang dapat dibaca  secara  optik  atau  dengan  tanda  pensil  yang  dapat  dibaca secara  optik,  dan  kartu plastik dengan garisgaris catatan yang dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca data tersebut ditransmisikan kekomputer pusat untuk memperbarui database.
b.  Sub sistem industrial engineering (IE)
                                      Industrial Engineering merupakan analisis sistem yang terlatih khusus yang mempelajari operasi  manufaktur  dan  membuat  saransaran  perbaikan.  Industrial  engineering  terdiri dari proyekproyek pengumpulan data khusus dari dalam perusahaan  yang  menetapkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk suatu produksi. 
c.  Sub sistem intelijen manufaktur
                                      Subsistem  intelijen  manufaktur  berfungsi  agar  manajemen  manufaktur  tetap  mengetahui  perkembangan terakhir mengenai sumbersumber pekerja, material dan mesin. Adapun yang termasuk dalam sub sistem intelijen manufaktur adalah :
                      1. Informasi  pekerja,  manajemen  manufaktur  harus  memperhatikan  serikat  pekerja  yang mengorganisasikan  para  pekerja  perusahaan.  Baik  dalam  sistem  kontrak,  tak  berjangka maupun borongan.
     2.  Sistem  formal,  manajemen  manufaktur  memulai  arus informasi  pekerja  dengan menyiapkan permintaan pekerja yang dikirimkan ke departemen sumber daya manusia dan  data dari berbagai elemen lingkungan yang menghubungkan kepada pihak pelamar.
3.  Sistem  informal,    arus  informasi antar  pekerja  dan  manajemen  manufaktur  sebagaian besar bersifat informal arus itu berupa kontak harian antara pekerja dan manajer mereka.
                        d.  Sub sistem biaya         
                        Komponen  biaya  termasuk  dalam  semua  subsistem  yang  ada.  Tujuan perusahaan manufaktur secara umum adalah mencapai keuntungan dari hasil penjualan  produknya. Oleh  karena  itu,  sebuah  sistem  informasi  tidak  akan  pernah  terlepas unsur biaya yang terjadi di dalamnya. Sub sistem biaya berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama proses produksi terjadi. Unsurunsur pengendalian biaya ada dua yaitu standar kerja yang baik dan sistem untuk melaporkan rincian kegiatan saat terjadinya proses produksi yang akurat. Sub sistem biaya dibagi menjadi dua yaitu :
☺ Biaya Pemeliharaan  
Biaya pemeliharaan / biaya penyimpanan biasanya dinyatakan sebagai presentase biaya tahunan dari barang, mencakup kerusakan, pencurian, keusangan, pajak dan asuransi.
☺ Biaya Pembelian    
                        Mencakup biayabiaya yang terjadi saat material dipesan, waktu pembelian, biaya telp, biaya sekretaris, biaya formulir pesanan pembelian dan sebagainya.

3.2 Komputer berperan dalam Sistem Informasi Manufaktur
Sistem informasi manufaktur menggunakan komputer baik secara konseptual maupun sebagai  suatu  elemen  dalam  sistem  produksi  fisik.  Adapun  yang  termasuk  dalam  komputer sebagai bagian dari sistem fisik adalah :


a.  Computer Aided Design (CAD)
Program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk yang ingin  digambarkan  bisa  diwakili oleh  garisgaris  maupun simbolsimbol  yang  memiliki Sistem Informasi Manufaktur  5 makna tertentu. untuk membantu rancangan produk yang dimanufaktur.
CAD digunakan untuk merancang segala sesuatu dari struktur rumit seperti bangunan dan jembatan  hingga  bagianbagian  kecil, memperbaiki gambar dengan menghaluskan  garis. Setelah  rancangan  itu  dimasukkan kedalam  komputer,  engineer  dapat  menempatkan rancangan  itu  pada  berbagai  pengujian  untuk  mendeteksi  titiktitik lemah, CAD bahkan dapat  membuat  bagianbagian  tersebut  bergerak  seperti  sedang  digunakan.  Ketika rancangan  itu  selesai,  perangkat  lunak  CAD  dapat  mempersiapkan spesifikasi  rinci  yang diperlukan untuk memproduksi produk itu yang disimpan dalam database rancangan. CAD  telah  berevolusi  dan  terintegrasi  dengan  perangkat  lunak  CAE  dan Integrasi itu dimungkinkan  karena  perangkat  lunak  CAD  saat  ini  kebanyakan  merupakan  aplikasi gambar 3 dimensi atau biasa disebut  solid  modelling  yang  memungkinkan memvisualisasikan komponen dan rakitan yang kita buat secara realistik dan mempunyai properti seperti massa, volume, pusat gravitasi , luas permukaan dll.  Contoh  Pro/ENGINEER, AutoCAD, Solid Works, Catia, Unigraphics, ProgeCAD, dan ZWCAD.
b.  Computer Aided Manufacturing (CAM)
Penerapan  komputer  dalam  proses produksi  dimana  mesin  yang  dikendalikan komputer seperti  bor  dan  mesin  bubut  menghasilkan  produk  sesuai  dengan  spesifikasi  yang diperoleh dari database rancangan.
Otomatisasi  perusahaan  sekarang  ini  disertai  teknologi  CAM,  karena  produksi  dapat berlangsung  lebih  cepat  dan  tepat  dibandingkan  bila  menerapkan  tenaga  manusia seutuhnya  sehingga  memungkinkan  berkurangnya  sisa  bahan  produksi  yang  tidak berguna. CAM biasanya digunakan oleh para insinyur dan arsitek dalam penerapannya.
c.  Robotik (Industrial Robots/IR)
Penerapan  komputer  yang  lain  dalam  pabrik  adalah  robotik  industrial.  Alat  yang  secara otomatis  menjalankan  tugastugas  tertentu  dalam  proses  manufaktur  yang  memungkinkan perusahaan untuk memotong  biaya  dan  mencapai  tingkat  kualitas  yang tinggi, juga digunakan untuk melakukan pekerjaan yang mengandung  resiko  seperti melakukan  pekerjaan  di  tempat  yang  bertemperatur  tinggi  sehingga  mengakibatkan
kinerja dan keefektifan robot kurang maksimal.

3.3 Komputer Sebagai Sistem Informasi
a.  Sistem Pemesanan Kembali ( Re­Order Point/ROP)
Setelah komputer pertama diterapkan dan berhasil dalam area akuntansi, komputer diberikan tugas  mengendalikan  persediaan.  Pendekatan  reaktif  yg  sederhana yaitu menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian atau suatu proses produksi. Tingkat barang yang berfungsi sebagai  pemicu  disebut  titik pemesanan barang dan sistem yang mendasarkan keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali disebut sistem titik pemesanan kembali (reorder point/ROP). Beberapa istilah dalam ROP antara lain :
  Stockout    : kehabisan persediaan
  Lead time   : waktu yang dibutuhkan pemasok untuk mengisi pesanan
  Safety stock  : persediaan aman




Rumus menghitung ROP : 
 R = titik pemesanan kembali
L = lead time pemasok  
S = tingkat safety stok ( dalam unit )
U = tingkat pemakaian ( jumlah unit yang digunakan atau terjual setiap hari )
Perusahaan  biasanya  melakukan  pemesanan  sebelum  stok  habis  sama  sekali,  dengan demikian  selalu  ada  kesempatan  bagi  perusahaan  untuk  melakukan kegiatannya  sambil menunggu pengiriman dari pemasok yang belum datang, atau penggunaan stok akan dikurangi selama  jangka  lead  time.  Jika  kekosongan  stok  terjadi,  perusahaan  tidak  dapat  menjalankan proses produksinya yang mengakibatkan perusahaan rugi. Dengan pengukuran yang teliti, maka bisa dilakukan pencadangan jumlah inventarisasi ekstra atau sering disebut safety stock.
b.  Material Requirement Planing (MRP)
MRP  dikembangkan  pada  tahun  1960an  oleh  Joseph  Orlicky  dari  J.I  case  company.  MRP adalah  suatu  strategi  material  proaktif  yaitu  mengidentifikasikan  material,  jumlah  dan tanggal yang dibutuhkan. MRP mempunyai 4 komponen meliputi :
1.  Sistem  penjadwalan  produksi  menghasilkan  master  jadwal  produksi  yang  mencakup lead time terpanjang ditambah waktu produksi terpanjang.
2.  Sistem  MRP  menguraikan  tagihan  material.  Mengubah  kebutuhan  bruto  menjadi kebutuhan netto.
3.  Sistem  perencanaan  kebutuhan  kapasitas  bekerja  dengan  sistem  MRP  utk  menjaga produksi dalam kapasitas pabrik. Menghasilkan output, melaporkan dan merencanakan jadwal pemesanan. 


4.  Sistem pelepasan pesanan menghasilkan laporan untuk lantai kerja dan pembelian
Manfaat MRP bagi perusahaan :
1.  Perusahaan dalam mengelola materialnya secara lebih efisien
2.  Perusahaan dapat menghindari kehabisan persediaan barang
3.  Perusahaan mengetahui kebutuhan material di masa depan
4.  Pembeli dapat merundingkan perjanjian pembeli dengan pemasok.

 c.  Manufacturing Resource Planning (MRP II)
MRP  II  mengintegrasikan  semua  proses  di  dalam  manufaktur  yang  berhubungan  dengan manajemen material. MRP II dikembangkan oleh Oliver Wight dan George Plossy.
Manfaat MRP II :
1.  Penggunaan  sumber  daya  yang  lebih  efisien;  mengurangi  inventori,  lebih  sedikit  waktu, lebih sedikit kemacetan.
2.  Perencanaan prioritas lebih baik; memulai produksi lebih cepat dan jadwal lebih fleksibel.
3.  Meningkatkan  pelayanan  pelanggan;  sesuai  tanggal  pengiriman,  meningkatkan  kualitas, kemungkinan harga lebih rendah/murah.
4.  Meningkatkan moral dan semangat pekerja
5.  Informasi manajemen yang lebih baik
Implementasikan  MRP  II  dapat  mencapai  harapan  yang  maksimal  pada  tingkat  keberhasilan tergantung pada penampilan dalam tiga area:
1)      Komitmen manajemen puncak, dikemukakan ketika para eksekutif secara aktif ikut ambil bagian dalam steering committee, MRP II sebagai proyek yang paling  diprioritaskan dalam perusahaan.
2)      Proses Implementasi, berlangsung dengan sangat baik bila seluruh  area  yang  ada  di perusahaan mempunyai wakilnya dalam team proyek tersebut sehingga dapat dilakukan analisis kebutuhan yang lengkap bagi pemakai.
3)      Pemilihan  software  dan  hardware,  dapat  dilakukan  dengan  baik  bila RFP (request for proposal)  formal  dikirimkan  kepada  semua  pemasok  software  dan  hardware  yang diminati.
d.  Pendekatan Just in Time (JIT)
Pada  pertengahan  tahun  1980an  para  manajer  Amerika  Serikat  mempelajari  manajemen Jepang dan teknik organisasi untuk mendapatkan kunci keberhasilan penjualan mereka. Salah satu teknik tersebut adalah just in time (JIT). JIT menjaga arus  bahan  ke  pabrik  agar  sampai yang terendah dengan cara menjadwalnya agar saat tiba di workstation (stasiun kerja) ”just in time”  (tepat  waktu).  JIT  berusaha  untuk  meminimalkan  biaya  inventarisasi  dengan  cara memproduksi  dalam  jumlah  yang  lebih kecil. Lot size (ukuran tumpukan)  yang  ideal  akan menjadi  satu  dalam  sistem  JIT.  Satu  unit  akan  bergerak  dari  workstation  ke  workstation berikutnya sampai produksinya selesai.
Pengaturan  waktu  menjadi  kunci  Penting    saat  Pasokan  bahan  mentah  datang  dari  pemasok sebelum  penjadwalan  produksi  mulai,  tidak  ada  inventarisasi  bahan mentah yang perlu dibicarakan. Jumlah bahan mentah yang sedikit diterima sekaligus, karena mungkin pemasok melakukan  beberapa  kali  pengiriman  selama  satu  hari.  Kebalikannya  dengan  MRP  yang menekankan perencanaan jangka panjang dan membutuhkan penggunaan komputer, maka JIT menekankan  pengaturan  waktu  dan  penggunaan  tanda  non  komputer  karena  cukup menggunakan ”kanban” yang berarti kartu. Tujuan JIT adalah meminimalkan biaya persediaan dan penanganan (keamanan dan asuransi).
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat penyusun peroleh dari makalah Sistem Informasi Manufaktur ini adalah sebagai berikut :
1. Sistem Informasi Manufaktur adalah solusi tepat bagi perusahaan yang memikirkan prospeknya dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan sistem informasi manufaktur lebih menekankan kepada proses produksi yang terjadi dalam sebuah lantai produksi, mulai dari input bahan mentah hingga output barang jadi, dengan mempertimbangkan semua proses yang terjadi.
2. Sistem informasi manufaktur terdiri dari 3 sub sistem input dan 4 sub sistem output
3. Di dalam sistem informasi manufaktur, komputer mempunyai 2 sifat yaitu sebagai sistem fisik (digunakan pada saat proses produksi dan pengontrolan) dan sebagai sistem informasi ( yang memberikan data informasi yang akurat ).
4. CAD, CAM, dan Robotic merupakan bagian dari komputer sebagai sistem fisik yang membantu dalam proses produksi di dalam perusahaan. CAD dalam design, CAM dalam implementasinya dan robotic sebagai tenaga penggerak.
5. ROP, MRP, MRP II, dan JIT adalah bagian dari computer sebagai system informasi yang berfungsi untuk memaksimalkan hasil output perusahaan dan meminimalisasi jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan pada saat berproduksi.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar